LESTARI BUDAYAKU
12 Oktober 2023 05:31:46 WIB
PELESTARIAN BUDAYA :
Salam budaya
Sesorah Jangan Hanya Mengejar Keindahan Bahasa saja, upaya melestarikan sesorah basa jawa adalah salah satu teknik pidato bahasa Jawa. Meski masih ada yang mempraktikkan sesorah, seni berbicara di depan umum dengan bahasa Jawa ini mulai bergeser dan menimbulkan banyaknya kesalahan yang berbahaya bila tak segera diluruskan.
Ahli Sesorah Jogja MW Projosaputro, mengatakan pengaruh alkulturasi budaya dan modernisasi mengakibatkan adanya penyimpangan dalam sesorah.
Salah satu yang paling terdampak adalah gaya bahasa sesorah yang semakin menyimpang dari arti sebenarnya. Penyimpangan bahasa juga terjadi. Ini banyak ditemukan saat MC (master of ceremony) sesorah di acara-acara resmi.
Contoh, kata tedhak sungging yang seringkali dilafalkan dalam sebuah acara. Padahal, makna sebenarnya adalah selingkuh. Selain itu, MC sering menyebut makempal untuk mempersilahkan hadirin berfoto bersama.
Makna makempal sesungguhnya adalah bersetubuh Kesalahan itu kerap kali terjadi karena pembicara hanya mengejar keindahan bahasa (gaya tutur) tetapi melupakan makna sesungguhnya.
Selain itu, terdapat juga campur aduk antara bahasa Jawa Jogja dengan Surakarta dalam sesorah. Seperti istilah kawulo (surakarta) dan kulo (Jogja).
Kawula artinya rakyat sementara Kula itu saya. Karena mengejar keindahan gaya tutur, orang sering menggunakan Kawula. Padahal itu untuk versi sesorah di Jogja salah.
Untuk meluruskan perlu adanya pembinaan sehingga penyimpangan tidak terjadi, pembinaan tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya sesorah.
Perkembangan zaman saat ini menyebabkan gaya percakapan sehari-hari menggunakan bahasa Jawa berangsur-angsur luntur. Banyak keluarga masa kini, katanya, yang tidak menggunakan bahasa Jawa.
Kalaupun digunakan, terkadang penggunaannya kadang masih kurang. Dengan pembinaan sesorah ini, kami berharap agar masyarakat bisa menggunakan bahasa Jawa Jogja dengan baik dan benar.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
- Pembekalan Pengurangan Resiko bencana Bagi Linmas Dan Jagawarga
- Transparansi Laporan Pertanggungjawaban Realisasi APBKal Tahun 2025
- Pembinaan RT RW Kalurahan Genjahan
- PERKAL NO 5 TAHUN 2025 TENTANG APBKAL TAHUN 2026
- Transparansi APBKAL Tahun 2026
- PENYULUHAN TENTANG KENAKALAN REMAJA DARI LBH AL - KAUTSAR
- KALURAHAN GENJAHAN MENGIKUTI KIRAB PAMONG DI KARATON YOGYAKRTA
Komentar Terkini
-
Mutsanna hidayati
Alhamdulillah terimakasih Pak Aman, semoga dengan...baca selengkapnya
04 November 2019 07:43:48 WIB -
Tri Wastuti
ALHAMDULILLAH....Semoga dg adanya kegiatan tersebu...baca selengkapnya
28 Oktober 2019 11:26:11 WIB -
Tri Wastuti
alhamdulillah...Adik-adik santri sudah mulai menco...baca selengkapnya
28 Oktober 2019 11:10:58 WIB -
R Sutrisno
Selamat bagi calon Dukuh Susukan 111 dan 1V sebaga...baca selengkapnya
19 September 2018 09:22:10 WIB -
fahrudin
alhmd panen padi mapan 05 sukses,,,,semoga desa ge...baca selengkapnya
15 Mei 2018 23:56:28 WIB -
Sukarno
setelah dilantik diberi modal yang cukup biar berk...baca selengkapnya
27 November 2017 12:18:14 WIB
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |












